Berenang di Galian Proyek Sutet, Bocah SD di Grobogan Tewas Tenggelam

Berenang di Galian Proyek Sutet, Bocah SD di Grobogan Tewas Tenggelam – Bocah laki laki bernama Muhamad Aditya Pratama (8) siswa kelas 2 SD, penduduk Desa Glapan RT 03 RW 03, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, meninggal dunia terbenam, Selasa (9/4) .

Korban terbenam di kubangan galian project pembangunan Sutet di desanya atau tetap satu RT dengan rumah korban. Korban dibawa ke Puskesmas Gubug II.

Kapolsek Gubug AKP Sunaryo menyampaikan, pihaknya terima laporan ada bocah wafat di galian sutet.

” Peristiwa seseorang anak laki laki wafat lantaran terbenam di galian project pembangunan sutet, ” kata Sunaryo dilakukan konfirmasi.

Rangkaian peristiwanya, pada Selasa lebih kurang waktu 09. 30 WIB korban terbenam. Korban diketemukan waktu 10. 30 WIB. Lantas, polisi terima laporan waktu 10. 50 WIB.

Saksi-saksi udah berikan info ke polisi. Salah satunya dua kawan korban serta penduduk ditempat. Info mereka ke polisi, pagi barusan korban berbarengan dua temannya berenang di galian project pembangunan Sutet.

” Kedalamannya lebih kurang 2, 5 mtr. di Desa Glapan. Lebih kurang jam 09. 30 WIB korban terbenam. Ke dua temannya memohon pemberian terhadap penduduk Tasrip yg tengah kerja di sawah dekat area, ” katanya.

Tasrip memohon pemberian terhadap penduduk beda buat mengerjakan pelacakan di area galian. Mereka mencari korban hingga beberapa saat. Penduduk baru menemukannya korban lebih kurang waktu 10. 30 WIB. Keadaan korban, lanjut ia, udah lemas dengan keluar busa dari hidung serta tak sadarkan diri. Lantas penduduk membawa korban ke Puskesmas Gubug II di Desa Jeketro.

” Sesampainya di Puskesmas korban dikatakan dalam situasi udah wafat, ” imbuhnya.

Ia memberi tambahan, hasil dari pengecekan dari dokter Puskesmas Gubug II dr Wahyuwijayanti, menjelaskan medis tak menemukannya isyarat – isyarat kekerasan.
” Pasien ada udah dalam situasi wafat serta keluar air dari hidung serta mulut, ” pungkasnya.

” Keluarga korban menerimakan serta menampik buat dilaksanakan autopsi, sesudah itu korban diserahkan terhadap keluarga buat dikebumikan, ” jelas ia.