Rionny Mainaky Tak Pernah Berimajinasi Jadi Pelatih Bulutangkis, Tapi..

Rionny Mainaky Tak Pernah Berimajinasi Jadi Pelatih Bulutangkis, Tapi.. – Rionny Mainaky gak sempat berimajinasi jadi pelatih bulutangkis. Namun, ketentuannya jadi pemain kontrak di Jepang mengubah.

Rionny akan memutuskan geser ke Jepang pada 1998. Ia mendapat penawaran dari satu club bulutangkis YKK Jepang masa itu.

“Kala itu saya main, nyata-nyatanya mereka pula letakkan saya jadi pelatih, kala 1998-1999. Jadi, memang sebelum itu bukan jadi pelatih, namun main serta melatih, namun tidaklah ada status pelatih. Selanjutnya baru melatih. Walaupun sebenarnya, tak kepikiran kala itu jadi pelatih,” kata Rionny.

Nyata-nyatanya pekerjaan ganda itu bikin Rionny tambah masak. Ia dapat menelaah serta memastikan lawan latih tanding.

“Saya lebih tahu, kita main, kurang kita di mana, sparring, jadi dapat ikuti, malah lebih enak apabila dapat main sembari melatih, lebih ringan mengerti permainan,” papar ia.

Ticket ke Jepang itu diperoleh Rionny sehabis jadi juara Kejurnas ganda putra. Semestinya, Rionny lolos pelatnas PBSI, namun nyata-nyatanya umurnya keunggulan 1 tahun. batasan pemain pelatnas masa itu 17 tahun.

Di waktu berbarengan Rionny mendapat penawaran dari satu club bulutangkis yg dipunyai perusahaan di Jepang, WKK Jepang. Ia lantas mengatur visa.

Rupanya, PBSI terus mengirim Rionny ke kejuaraan terbuka di Brunei Darussalam. Sehabis pulang dari Brunei, visa Jepang-nya dikantongi serta YKK Jepang serius memanggilnya.

“Mereka memerlukan dua orang pemain. Kami ditawari. Itu barusan saya mengatakan, ada makan, ada tempat tidur? Oke. Terserah telah, saya lantas tanda-tangan kontrak. Dua bulan itu saya menanti, saya fikir gak jadi, tak tahunya dapat juara di Brunei serta visa jadi,” ujarnya.

“Namun, kala itu dari pelatnas PBSI ada juga surat masuk pokok. Itu saya ketahui serasi telah di Jepang. Ya, saya pilih yg telah janji, kan kita telah janji. telah tanda tangan kontrak,” papar ia.